Sabtu, 16 Januari 2010

PELAJAR, SEKS BEBAS DAN MASA DEPAN

Wow..video mesum kembali marak, kini terjadi di Kabupaten Subang yang diperankan oleh pelajar salah satu sekolah negeri favorit ( katanya..karena belum ada konfirmasi lebih lanjut ) yang sekarang sedang menjadi salah satu pencarian nomor satu di SEARCH ENGINE dengan berbagai alasan tentunya.
Setelah beredarnya video mesum tersebut, otomatis sang pemeran pun popularitasnya melejit bak artis. berbagai tanggapan pun bermunculan ada yang mencaci ada juga yang merasa kasihan dengan apa yang menimpa pelajar tersebut karena akibat yang akan ditanggung atas perbuatannya.
Itulah fenomena yang ada dikalangan pelajar sekarang ( mungkin masih banyak lagi ) walaupun sudah beberapa contoh kasus video mesum yang melibatkan pelajar tapi seolah - olah tidak dijadikan pelajaran ( mungkin tidak diajarkan di sekolah hehehe ) dan masyarakat pun menanyakan siapa yang harus bertanggung jawab atas kejadian ini?. sebetulnya peranan semua pihak dalam menangani masalah ini sangat diperlukan. sekolah tidak sepenuhnya dapat dibebankan dalam mendidik akhlak atau norma - norma yang ada, demikian juga dengan orangtua. mungkin pendekatan personal dan pengawasan yang sewajarnya bisa dijadikan alternatif apalagi dengan bertambah canggihnya teknologi secara langsung pelajar sekarang dimudahkan mengakses apa saja termasuk situs - situs porno.
Mungkin sekarang saatnya peranan guru Bimbingan Konseling atau biasa disebut BK lebih sedikit memainkan peranan, jangan sampai image guru KILLER atau guru KASUS terus melekat karena akan menghambat dalam hubungan dengan pelajar. guru BK harus bisa menjadi TEMAN atau SAHABAT bagi pelajar sehingga mereka tidak canggung untuk membuka diri dengan apa yang menjadi permasalahan, selain itu akan terjalin ikatan emosional yang kuat. setelah itu berikanlah bimbingan terhadap pelajar tentang seks bebas dan akibatnya, biarkan pelajar memahami kerugian - kerugian yang akan ditanggung oleh pelaku seks bebas.
Selain itu diperlukan juga peranan instansi - instansi atau lembaga - lembaga terkait, selain berperan dalam melakukan penyuluhan terhadap pelajar juga harus bisa meraih pelajar korban seks bebas apalagi sampai tersebar melalui media karena akan mengakibatkan kondisi psikis yang sangat tidak stabil. sudah masyarakat tahu ditambah dikeluarkan oleh sekolah diusir pula oleh keluarga, siapa yang kuat menghadapi kondisi seperti ini?.
Orangtua juga harus bisa menerima keadaan dan harus bisa menjadi orangtua yang bijak jangan sampai korban seks bebas lebih terjerumus lagi pada hal - hal yang lebih buruk lagi karena fakta yang ada Pekerja Seks Komersial yang ada sebagian besar adalah korban dari seks bebas yang kemudian dikucilkan oleh keluarga. begitu pun dengan sekolah jangan sampai hak - hak korban seks bebas untuk menuntut ilmu tidak diperhatikan karena dapat menentukan masa depan mereka ke arah yang lebih baik.

INGAT..MEREKA JUGA MANUSIA SAMA DENGAN KITA SELALU DIPENUHI OLEH KESALAHAN DAN DOSA DAN BERIKAN MEREKA KESEMPATAN UNTUK MEMBUKA LEMBARAN HIDUP YANG BARU MENUJU MASA DEPAN YANG LEBIH BAIK

0 komentar: