Sabtu, 13 Februari 2010

IKATAN MAHASISWA MUHAMMADIYAH MAJU DAN MANDIRI TAHUN 2012

Kepemimpinan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah ( IMM ) pada tahun 2010 ini sebagian besar akan mengalami perombakan besar – besaran baik ditingkat Pusat, Provinsi dan Kabupaten / Kotamadya dikarenakan masa jabatan akan habis. Banyak program kerja yang akan diusung oleh para calon ketua umum IMM yang bertarung pada pemilihan nanti dengan dalih untuk mewujudkan sebuah kemajuan untuk organisasi.

Banyak harapan yang beredar dikalangan IMMawan IMMawati ( sebutan untuk anggota IMM ) untuk pengurus IMM pada periode yang akan datang untuk bisa melakukan suatu terobosan perubahan yang sangat signifikan yang tentunya bermanfaat untuk organisasi dan masyarakat tapi dalam kenyataannya semua agenda kerja yang telah disepakati kadang – kadang tidak terealisasi malah bermunculan agenda lain yang sebelumnya bukan sebagai prioritas utama, ini dikarenakan oleh situasi dan kondisi yang ada di masyarakat.

Bukan rahasia umum lagi apabila setiap organisasi memiliki beberapa program kerja yang dijadikan patokan kinerja dan juga sebagai ukuran keberhasilan sebuah orgnisasi. Yang disayangkan program kerja kadang – kadang hanya sebuah rangkaian kata – kata yang berujung wacana saja tanpa ada pelaksanaan dengan alasan waktu dan anggaran yang sedikit, padahal untuk efektifitas dan efisiensi lebih baik sedikit program kerja tapi berkualitas dan realistis sehingga tidak menjadi kendala dalam menjalankan.

Calon ketua IMM untuk periode mendatang jangan hanya dilihat sampai level mana mereka mengikuti pengkaderan karena menilai seorang pemimpin bukan dari selembar kertas sertifikat. Kadang menjadi seorang ketua hanya dijadikan sebagai kebanggaan atau untuk kepentingan pribadi atau kelompok tanpa memperhatikan kemampuan, tidak jarang untuk mendapatkan posisi tersebut sebagian orang rela merogoh kocek yang tidak sedikit.

Disinilah diperlukannya peranan para kader IMM untuk merubah “tradisi” tersebut Karena memerlukan profesionalisme untuk menghasilkan suatu kemajuan karena nasib IMM 2 tahun ke depan ada ditangan kita. Jangan melihat calon ketua itu seorang teman atau saudara kalau kemampuannya tidak mumpuni untuk menjadi seorang pemimpin apalagi ada semacam intervensi dari “atasan” untuk memilih salah satu calon.

Membuat suatu perubahan di tubuh IMM tidaklah “haram” karena semua peraturan yang dibuat adalah hasil pemikiran manusia yang kadang – kadang selalu diselingi oleh kepentingan pribadi atau kelompok tertentu dan saya rasa banyak juga yang melanggar peraturan dikarenakan alasan mendesak. Saatnya kita membuat sebuah terobosan yang efektif jangan “kaku” oleh suatu peraturan yang bisa menghambat kemajuan karena seorang sahabat pernah berkata kepada saya “Apa yang di inginkan IMM saat ini formalitas atau kualitas ?”.